Senin, 21 Januari 2019

Tips Menjadi Tamu Yang Baik

Ketika kita mendengar saudara, teman dll baru melahirkan, secara umum kita ingin segera menengoknya dan menggendong bayi tersebut (ini saya banget). Kadang kita lupa atau malah mengabaikan apakah Ibu yang baru melahirkan dapat dan ingin dijenguk saat tersebut. Terus terang saya lebih menyadari hal tersebut sejak saya tinggal di US, di mana Ibu2 yang baru melahirkan bisa dalam kondisi tanpa ditemani dan dibantu anggota keluarganya. Malah pernah saya dapat kabar seorang Ibu yang 2 hari pasca operasi SC keluar RS sendiri, nyetir sendiri, tanpa ditemani siapapun. Harap maklum di sini biasa jadi single Mom atau punya pasangan tanpa menikah. Dan seperti hukum tidak tertulis bahwa wanita2 US harus tough dan jadi super women plus malu/tidak mau menunjukkan bahwa saat itu sedang butuh bantuan.



Padahal pasca Ibu melahirkan perasaan dan kondisi Ibu campur aduk : nyeri, lelah, kurang tidur, sensitif / moody, pengaruh hormon2 yang sangat mempengaruhi mood. Juga Ibu perlu belajar membangun rasa percaya diri sebagai Ibu baru, belajar mengenali bayinya terutama belajar menyusui dengan kondisi Ibu yang juga belum stabil. Makanya banyak Ibu yang tidak mau terlihat “berantakan” dan lebih nyaman bila tidak dijenguk dulu. Juga, dengan terlalu banyak yang menjenguk, otomatis waktu istirahat Ibu berkurang serta waktu Ibu untuk berinteraksi dengan bayi terganggu / berkurang.



Nah berikut ini beberapa tips bagaimana menjadi tamu yang baik.baca selengkapnya di https://sehatindonesia.id/2018/12/03/tips-menjadi-tamu-yang-baik/


Resep Es Timun Serut

Bahan-bahan

1 porsi

1 buah timun, serut dengan parutan keju

1 sdm biji selasih, rendam sebentar

1 biji jeruk nipis, ambil airnya

4 sdm makan gula pasir

100 ml air panas

secukupnya Es batu

Langkah

Larutkan gula pasir dgn air panas.

Masukan.. baca selengkapnya di http://cateringmahardika.com/resep-es-timun-serut/

Ternyata Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen Jerman, Gratis!

Tahukah Anda Bahwa Kuliah Molekulare Biotechnologie (B.Sc) di RWTH Aachen, Germany ternyata tidak berbiaya sama sekali alias 0 Euro saja per semester!!!

Kok bisa? biaya kuliah murah ini bisa terjadi karena pemerintah Jerman mensubsidi penuh seluruh biaya studi bagi setiap mahasiswanya.

Mari kita cek bersama kebenaran informasi ini.

Jika pada tulisan sebelum nya, kami membahas biaya kuliah di kota Freiberg, sebuah kota kecil dibekas Jerman Timur yang terletak tidak jauh dari kota Dresden, nah sekarang kami akan mencoba untuk mengulas tema yang sama namun untuk kota Aachen, sebuah kota menengah dibekas Jerman barat berbatasan dengan Belgia.

Silahkan masuk ke website resmi dari Rheinisch-Westfälisch Technische Hochschule Aachen, http://www.rwth-aachen.de/cms/root/Studium/Vor-dem-Studium/Internationale-Studierende/Organisation-des-Studienaufenthaltes/~bqmn/Internationale-Studierende/ . maka kita akan mendapatkan tampilan aslinya berbahasa Jerman, akan terlihat seperti ini



Komponen pertama, „Miete für Zimmer oder Wohnung“ (biaya sewa kamar atau apartment) sebesar 250 Euro per bulan atau +/- Rp 4.150.000 per bulan (kurs 1 Euro = Rp Rp 16.600)

Komponen kedua, „Ausgaben des täglichen Lebens (makan, minum dll) sebesar 350 Euro atau sekitar +/- Rp 5.810.000 perbulan.

Komponen ketiga, „Krankenversicherung“. Atau biaya untuk premi all-in Asuransi kesehatan sebesar 80 Euro/bulan (+/- Rp1.328.000 rupiah / Bulan)

Komponen keempat adalah: „Studierendenschafts- und Sozialbeiträge“ atau iuran senat mahasiswa dan kontribusi sosial sebesar 42 Euro per bulan atau +/- Rp 697.200/bln.

baca selengkapnya di http://alumnieropa.com/2018/12/11/ternyata-kuliah-molekulare-biotechnologie-b-sc-di-rwth-aachen-jerman-gratis/